Posted in Kuliah, UIUX

Penalaran atau Reasoning

Minggu kemarin kita telah membahas memory, apa itu memori, jenis memori dan bagaimana cara memori bekerja.

Pertemuan kali ini kita membahas mengenai elemen lain dari cognitive psycology yaitu Reasoning.

Reasoning dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Penalaran” kata dasar “Nalar”.

nalar2 » pe.na.lar.an

  1. cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran:kepercayaan pada takhayul serta ~ yang tidak logis haruslah dikikis habis
  2. hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman
  3. proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip

 

Manusia mengumpulkan informasi menggunakan panca indera yang dimilikinya. Informasi itu kemudian di filter/disaring. Jika info itu masuk akal dan dirasa penting maka akan diingat dan dijadikan referensi pada saat pengambilan keputasan. Hal lain yang bisa masuk diingatan adalah hal yang sering sekali dilakukan. Seperti latihan rutin gerakan olahraga atau naik sepeda. Saat dibutuhkan maka otak dan susunan syaraf pusat akan memanggil kembali informasi/pengetahuan tersebut. Sebagai tambahan, kita memiliki satu kemampuan yaitu beradaptasi terhadap situasi yang baru.

Kita menggunakan banyak sekali metode penyelesaian masalah.

Solusi yang kita buat berdasarkan dari pengalaman dan pengetahuan kita sebelumnya.

Reasoning bisa dibagi menjadi 3:

Deductive reasoning

Penalaran deduktif didasarkan pada premis-premis.

pre.mis1 /prèmis/

  1. apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan; dasar pemikiran; alasan
  2. asumsi
  3. kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dalam logika

observasi diaplikasi pada premis-premis yang mengarah pada kesimpulan.

Contoh : “Saat musim kemarau, di luar sangat panas”, “Jika di luar panas, saya tidak akan keluar rumah” => “sekarang sedang musim kemarau, saya nggak akan keluar rumah”.

Penalaran deduktif tidak bisa diterapkan dengan baik pada semua situasi.

Sebagai contoh :

  • musim kemarau itu apa?
  • Seperti apa definisi dari ‘panas’?

Inductive reasoning

Logika induktif didasarkan pada generalisasi dari pengamatan individu.

Contoh : “setiap gajah dari 100 ekor gajah yang diamati memiliki belalai” => “semua gajah memiliki belalai”.

Contoh lain : “setiap jomblo dari 100 orang jomblo diamati tidak memiliki pasangan” => “semua jomblo tidak punya pasangan”.

Penalaran induktif sering mengarah pada kesalahan pengambilan keputusan jika diterapkan.

Contoh : “gajah nomer 101 bisa jadi tidak memiliki belalai”. “bisa jadi jomblo ke seratus satu itu punya pasangan”.

Sering kali kita akan mendapat hasil yang bisa diterima dengan jenis penalaran ini.

Penalaran ini tidak bisa menyimpulkan sesuatu tapi menambahkan pengalaman.

 

Abductive reasoning

 

Logika abduktif didasarkan pada pemikiran sebab dan akibat.

Contoh : “Jika seseorang tidak makan makanan sehat, maka seseorang itu bisa sakit” => “seseorang itu sakit, maka bisa disimpulkan seseorang itu tidak makan makanan sehat”.

Pengguna aplikasi sering kali membuat asumsi yang salah terkait dengan aksi dari program yang dia gunakan.

 

Learning and Unlearning

Penguasaan Keterampilan dan kemampuan menerima informasi, berbeda antar individu.

Skill (keterampilan) dipelajari dengan lambat dan sukar lupa.

Informasi bisa dipelajari dengan cepat dan cepat pula lupa.

Contoh?

Kemampuan naik sepeda.

Materi kuliah UI UX.

 

Terkait dengan Proses belajar dan proses melepaskan/membuang pelajaran terdapat teori-teori.

Behaviourism

Cognitivism

Construtivism

Pengetahuan latar belakang teori ini sangat berguna untuk bisa merancang UI yang baik.

 

Proses belajar adalah salah satu aspek dasar dari usability

UI harus se-intuitive mungkin dibuat.

Bahkan UI yang sangat intuitive membutuhkan beberapa pembelajaran sebelumnya dari pengguna

UI’s semakin bertambah intuitive saat antarmuka grafis dikenalkan.

 

Model pembelajaran bisa diformulasikan sebagai :

  1. Experimentation
  2. Feedback
  3. Forming of conceptual model (pembentukan model konseptual)

Agar aplikasi bisa dengan mudah dipelajari, maka aplikasi harus mengikuti model konseptual.

 

Pengulangan

Pengulangan sangat dibutuhkan agar didapatkan hasil pembelajaran yang permanen.

Melalui perulangan kita belajar :

  • Nomor telepon
  • Passwords
  • Banyak hal tidak berguna.

Tipe pembelajar :

Pembelajaran itu akan efektif jika lebih dari satu indera digunakan.

Penggunaan indera dalam pembelajaran berdasarkan kualitas individu :

  • Pembelajar visual
  • Auditive learner (audio)
  • Kinestetic learner (gerak)

Tipe pembelajar

Berdasarkan penelitian, kebanyakan orang itu adalah pembelajar visual

Penggunaan indera tentu saja terkait erat dengan tugas saat belajar.

Terdapat kategori lain :

  • Pembelajar Holistik vs serealistik
  • Introvert vs extrovert

Keberadaan ragam tipe pembelajar harus dipertimbangkan ketika mendesign semua jenis produk

Ada kelompok khusus individu yang membutuhkan kebutuhan khusus untuk belajar

  • Manula
  • Anak-anak
  • Difabel

 

Posted in Kuliah, UIUX

Usability dan User Interface

Apa itu Usability?

Dalam bahasa Indonesia kata Usability” bisa saya terjemahkan dalam istilah “derajat keterpakaian“. Di laman wikipedia “Usability” diartikan menjadi “Kebergunaan” dan juga “teknik kebergunaan”, namun demikian belum ada padanan kata yang tepat di KBBI daring.

Menurut Santosa1 dalam Hartanto2 adalah derajat kemampuan perangkat lunak untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas tertentu.

Apa pentingnya Usability?

Usability penting karena terkait dengan jumlah perangkat lunak yang meningkat, maka pengguna akan lebih banyak. dengan memperhatikan usability maka kita bisa mengefisiensikan penggunaan perangkat lunak. Efisiensi terkait dengan usaha pengguna dalam berinteraksi dengan perangkat lunak melalui User Interface (Antarmuka Pengguna).

Apa itu Antarmuka Pengguna?

dalam kbbi antarmuka » antarmuka pengguna adalah :

  • Komp bagian dari desain sebuah komputer, perangkat, atau program yang menerima perintah dari pengguna dan mengembalikan informasi kepada pengguna

Apa saja tahapan dari Antarmuka Pengguna?

  1. Requirement gathering,
  2. User analysis,
  3. Information architecture,
  4. Prototyping,
  5. Usability testing
  6. Graphic interface design.

 

Daftar Pustaka :

[1] I. Santosa, Interaksi Manusia dan Komputer. Yogyakarta: Penerbit
ANDI, 2010.

[2] Edi Susilo, F. Danang Wijaya, Rudy Hartanto, Perancangan dan Evaluasi User Interface Aplikasi Smart Grid Berbasis Mobile Application. JNTETI, Vol 7 no. 2, 2018.
Posted in E-Commerce, informatika

Growth Hacking ala Amazon

 

gambar amazon
amazon growthacking

Seperti diketahui, Amazon adalah sebuah online store yang punya banyak pelanggan di seluruh dunia. nah, tentu saja mereka memiliki gudang yang sangat banyak. Tentu mereka butuh untuk merekrut pegawai untuk mengelola gudang-gudang

tersebut. Tipe pegawai yang bekerja di bidang semacam ini cenderung tinggi turn-overnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, alih-alih mereka memberikan gaji/upah tinggi, mereka memberikan training kepada karyawan jenis ini. Pelatihan seperti apa? Pelatihan yang bisa digunakan untuk bisa bekerja di tempat lain.

Lha kok aneh?

Yup, dengan memberikan mereka fasilitas pelatihan yg bisa digunakan untuk mengupgrade kemampuan maka karyawan akan bahagia. Jika mereka bahagia maka bekerja pun akan maksimal.

Lalu banyak karyawan yg mundur dong setelah mendapat pelatihan. Betul, tapi mereka sudah memperhitungkannya.

Karyawan baru akan menggantikannya karena di Amazon selain gajinya cukup, mereka juga dapat fasilitas pelatihan seperti ini. Karyawan yg pernah bekerja di Amazon akan merasa mendapatkan sesuatu dari pekerjaan mereka yang singkat tersebut.

Value ini akan ditularkan pada calon karyawan lain sehingga Amazon akan terus mendapat asupan SDM untuk tetap menjalankan perusahaannya. Jadi Amazon seakan “menyewa” tenaga kerja tapi dengan kinerja dan kualitas yang lebih tinggi.

#growthhackermarketing

Posted in Aplikasi, informatika, Kuliah, Skripsi, Tips

Definisi PHP menurut situs PHP.net

php
PHP

Apa itu PHP? Banyak yang mencoba menuliskan definisi PHP dalam laporan skripsinya. Namun banyak yang gagal, bukan salah dalam menuliskan tapi salah rujukan. Kebanyakan orang mengambil dari buku, dan kesalahan paling banyak adalah terkait singkatan. Banyak dari mahasiswa menuliskan “PHP adalah singkatan dari Hypertext Prepocessor” yang mana masih belum benar yaitu tidak menuliskan singkatan dari huruf “P” yang pertama.

Saya meminta mereka untuk bisa mencari referensi dari situs PHP.Net langsung, namun demikian masih saja mereka salah menterjemahkan. Berikut hasil terjemahan saya, terkait dengan definisi PHP.

PHP: Hypertext Preprocessor atau lebih sederhana disebut PHP merupakan sebuah bahasa pemrograman yang memiliki kegunaan yang sangat beragam dan pada umumnya digunakan dalam pengembangan web dan bisa dibenamkan dalam kode HTML. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan perintah pada web server (contohnya : Apache).

Sumber :

https://www.php.net/manual/en/intro-whatis.php

Posted in Kuliah

Magang Industri di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

Logo Unjani Yogya

Kemarin ada mahasiswa yang bertanya tempat magang industri di Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi Unjani Yogya, saya jawab demikian,

Tempat magang bisa dimana saja selama memiliki bidang ilmu Teknologi Informasi atau memiliki bagian Teknologi Informasi yang mana memiliki jobdesk terkait pengelolaan IT dan juga bisa membantu anda mengenal lingkungan kerja di masa mendatang.

Selain itu anda bisa gunakan magang ini sebagai kesempatan untuk memulai penelitian Tugas Akhir atau Skripsi anda. Jadi semacam melakukan identifikasi masalah dan mencoba memberikan solusi saat magang, lalu bikin software/laporannya saat waktu anda Tugas Akhir. cukup menghemat waktu.

Beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat magang dan sudah memiliki Perjanjian Kerja Sama (atau sedang dalam proses MoU) dengan FTTI Unjani Yogyakarta adalah :

1. P.T Gamatechno Indonesia, PT
2. P.T Solusi247-Yogyakarta
3. P.T Technophoria Indonesia
4. Exabytes Indonesia
5. Bagian PUSI di Universitas Jenderal Achmad Yani.
6. Magang sebagai anggota peneliti atau pengabdi di group penelitian/pengabdian Dosen Unjani.

Kurang lebih demikian jawaban saya,
Semoga bermanfaat.

NB:
Jika Kawan industri berkenan melakukan kerjasama dengan kampus kami, mohon kiranya bisa komentar dibawah. agar bisa kami teruskan ke pejabat yang berwenang.

Terima kasih.

Bilangan Jl. Siliwangi, 4 Maret 2019.

Posted in Kuliah

Tawaran Tema/Judul Tugas Akhir Bagi Mahasiswa Teknik Informatika Unjaya

Logo Unjani Yogya

Saya menemui beberapa mahasiswa yang sudah Key-In KRS Tugas Akhir Semester Genap 2018/2019 kesulitan menemukan tema/judul tugas akhir. Untuk itu, saya tawarkan beberapa tema/judul tugas akhir di bawah bimbingan saya. Silakan periksa.

  1. Sistem Pelaporan Wabah penyakit menggunakan Android.
  2. Sistem monitoring dan pelaporan Posyandu menggunakan Smartphone.
  3. Pengembangan E-Marketplace Ebatikjogja.com berbasis Android.
  4. Pengembangan knowledge management menggunakan CMS Moodle.
  5. Sistem informasi akuntansi keuangan desa berbasis Web.

Daftar ini akan terus di update, silakan temukan tema yang sesuai dengan minat kemudian kontak saya melalui email ahmadhanafi@unjaya.ac.id dengan judul “Tema tugas akhir”.

Ingin lebih mengetahui tema penelitian kakak angkatan kalian yang sudah selesai?

silakan cek tautan berikut : http://bit.ly/2SAAzt9

 

Terima kasih.

Posted in Pengembangan Diri

Cara Mendapatkan Rasa Hormat dari Orang Lain

Banyak orang mengeluhkan bagaimana orang lain tidak menaruh rasa hormat pada dirinya. Mereka menuntut rasa hormat tanpa melakukan usaha untuk earn (mendapatkan) hormat tersebut.

Tidak terkecuali dosen, pejabat, maupun suami/istri. Ada dosen yang nggak dihormati oleh mahasiswanya, ada pejabat yang merasa bawahan mereka seakan tidak mendengarkan perintah mereka. Bahkan di dalam lingkup organisasi paling kecil yaitu keluarga, ada suami yang memberikan sebuah keputusan tidak didengarkan oleh istri atau anaknya.

Jika saya perhatikan kadang orang yang tidak mendapatkan respect ini tidak berusaha untuk menghormati orang lain. Mereka beranggapan bahwa mereka bahwa orang lain harus menghormati mereka hanya karena mereka menjabat atau memiliki status terhormat. Sikap-sikap ini menyebabkan mereka tidak mendapatkan respect yg semestinya mereka dapat.

Bersikap sopan
Dengan Bersikap sopan baik dengan istri, bawahan, mahasiswa atau anak kita maka hal tersebut akan menimbulkan rasa respect.

Menghargai orang lain
Saya pernah melihat oknum dosen yang saat diajak konsul oleh mahasiswanya sering kali meremehkan mereka. Mereka melakukan kegiatan lain selain mendengarkan apa yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut, sebaliknya, mahasiswa sering bicara sendiri saat dosennya ngasih kuliah. Ada kalanya ada orang yang saat diajak berbicara oleh orang lain memutar mata dan melakukan sikap mengejek lainnya seperti menertawakan, mengeluarkan lidah atau membuat mimik wajah yang mengejek. Jika ingin orang lain hormat padamu, hargailah orang lain dengan bersikap yang baik. Jaga diri anda dari memposting sesuatu yang mengejek orang atau penampilan orang. Kok rambutnya hijau, atau kulitnya ungu dsb.

Mendengar dengan aktif.
Banyak sekali orang yang ingin didengarkan tapi nggak mau mendengar. Kegiatan mendengarkan orang adalah kegiatan aktif, tidak bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan lain. Pelajarilah itu, Google aja ‘active listening’.

Ringan tangan
Biasakan diri anda memperhatikan sekitar anda, jika melihat ada istri anda, rekan anda atau orang lain butuh bantuan, bantulah mereka semampu anda. Tapi hati hati jika ada melihat istri tetangga butuh bantuan – kecuali jika memang keadaan sangat darurat, jangan coba membantu.

Demikianlah beberapa tips agar orang memberikan rasa hormat pada diri anda. Nah jika anda sudah berusaha melakukan hal hal diatas tapi nggak mendapat respect orang lain, maka ketahuilah, mereka adalah orang yg dikenal sebagai orang orang yang tidak pantas dihormati.