Posted in Journal, Kuliah

Syarat Bebas Pinjam dari Perpustakaan Pusat UGM Unit 1.

Saya salah seorang mahasiswa yang kecewa saat mau masukkin syarat-syarat wisuda ke Perpus UGM. Sebab dari fakultas dan jurusan ngasih syarat-syaratnya sedikit berbeda dengan persyaratan yang ada di perpus pusat, mungkin belum tersosialisasi dengan baik. Akhirnya pun kudu ninggal ktp untuk nyusulin syarat-syarat tsb. Adapun update-nya bisa dilihat pada gambar dibawah.

untuk Case CD atau kotak CD, adalah berbentuk kotak, jangan pakai cd case yang bentuknya aneh-aneh, apalagi yang lope-lope

Adapun lokasi perpus ini adalah di selatan gedung pusat, saat ini sedang ada proses renovasi. Pintu masuk ada disebelah timur. Loket penyerahan ada di lantai 2.

Posted in Journal, Kuliah

Ronin Warrior

Selamat pagi anak-anak, kali ini saya akan membahas tentang minat belajar.

Saya dan rekan-rekan plurker kemaren mengadakan minigathering (kumpulan orang-orang mini) di Amplaz hari sabtu siang atas prakarsa anggota kami yang termuda yaitu @widy_agung yang terhormat *makasih mie tomyamnya ya*. Kami (@fajarsaptono, @widy_agung, @yoyoimut dan saya sendiri – @naphi), setelah berkenalan singkat dan menanyakan latar belakang pendidikan secara informal, terlibat sebuah pembicaraan tentang dunia pendidikan disambi menghisap es coklat dan melihat mbak Titi DJ dan Aming jumpa fans.

 

dari kiri: @yoyo_imut, @fajarsaptono, @naphi, @widy_agung
dari kiri: @yoyo_imut, @fajarsaptono, @naphi, @widy_agung

 

Kami coba membandingkan bagaimana sih bedanya pendidikan di Indonesia dengan pendidikan yang dikelola di Jepang sana (mas @yoyo_imut kuliah di sono). Mulai dari hal-hal formil sampai pada hal yang bersifat sepele, misalnya tingkat keterbukaan informasi (baca: pornogra*i) di tirai bambu negeri Sakura tersebut *lirik @dianfar*. Nah, setelah ngobrol tentang salah satu judul melodrama jepang terkenal dengan judul (sensor), disitu kita menemukan perbedaan yang mendasar yang tidak dimiliki oleh anak-anak Indonesia dibandingkan anak-anak di Jepang sana.

1. Ronin.

Ronin adalah sebutan bagi Samurai tanpa Tuan atau samurai tak bertuan. Terjemahan literal adalah “lelaki Ombak”. Meski telah bertahun-tahun jaman Samurai telah berlalu, namun ternyata istilah Ronin sendiri masih dipakai. Istilah ini dipakai untuk menjuluki seorang Calon Mahasiswa/lulusan SMA/SMK di jepang sana yang masih berjuang untuk bisa masuk ke sebuah Universitas.

Proses seleksi di Jepang ternyata sangatlah ketat. Calon Mahasiswa diharuskan memiliki standar nilai tertentu untuk bisa lulus. Calon mahasiswa ini bisa beberapa tahun mencoba dan mencoba untuk bisa masuk ke lingkungan kampus idaman dan berkuliah disitu.

Dengan adanya fakta tersebut, maka bisa dilogika ternyata minat belajar dan semangat juang calon mahasiswa di sana telah melalui ujian awal, bahkan sebelum masuk ke kampus yaitu: ujian masuk Universitas. Implikasinya, setelah mereka menjadi mahasiswa, maka mereka akan lebih menghargai usaha mereka sendiri dan tetap berusaha keras sampai pada masa akhir studi mereka dibandingkan dengan yang dengan mudahnya masuk ke sebuah kampus.

Continue reading “Ronin Warrior”

Posted in Kuliah, Remembral

Plurk, Sebuah Twitter untuk Semua Orang.

plurklogos
plurklogos

Sebuah situs yang benar-benar menyenangkan yang bisa menampilkan kejadian-kejadian yang membentuk hidupmu serta mengikuti kejadian-kejadian orang-orang yang penting buatmu dalam sebentuk pesan singkat yang nikmat dan mudah dicerna yang disebut sebagai plurks.

Definisi singkat dalam halaman resmi plurks FAQ.

Plurk adalah sebuah aplikasi web yang pertama dirilis pada tahun 2008 bulan Mei oleh The A-Team. “Sebuah Twitter untuk semua orang“, kata lead developer Plurk, Amir Salihefendic di blognya. Mungkin untuk saat ini masih belum terbukti juga.

Continue reading “Plurk, Sebuah Twitter untuk Semua Orang.”

Posted in Kuliah, Remembral, Technical

Lima Cara Berpikir yang Harus Dihindari dari Seorang Pemimpin IT

bad-leadership-causes-failed-itDalam artikel kali ini di berikan lima hal cara berpikir yang harus dihindari oleh para Pemimpin di bidang IT. Pandangan-pandangan dan cara berpikir di bawah ini kadang kala, secara sadar maupun tidak menghambat bahkan menurunkan kualitas pekerjaan dari seorang pemimpin dari sebuah perusahaan.

Penulis melihat, departemen IT sebuah organisasi bisa sangat sukses, dengan syarat memiliki pimpinan yang tidak berpikiran atau berasumsi yang salah kaprah. Pemikiran yang salah kaprah tersebut disinyalir bisa menyebabkan mundurnya organisasi dan juga karir pemimpin itu sendiri.

Lima pemikiran yang menurut penulis harus hindari adalah sebagai berikut.

1. Bisnis harusnya bisa mengidentifikasi kebutuhan akan teknologinya.

Coba pikir baik-baik : mana yang lebih bernilai di mata Anda, seseorang yang mampu mengencangkan sekerup atau seseorang yang tahu  sekerup mana yang harus di kencangkan? Seseorang yang tahu apa yang harus dilakukan adalah lebih bernilai dari pada orang yang hanya mampu melaksanakan perintah.

Jika pemikiran yang Anda anut adalah bisnis harus mampu mengidentifikasi kebutuhan teknologinya maka Anda salah. Yang benar adalah bisnis harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah bisnis, peluang dan prioritas untuk kemudian anda dan team harus mampu menyimpulkan suatu cara untuk mengelola solusi bisnis dari perpektif teknologi. Kami tekankan, Anda dan Departemen IT anda lebih mengetahui teknologi yang lebih tepat untuk organisasi Anda dari pada CFO atau para manajer marketing.

Jika anda dan departemen IT yang anda pimpin hanyalah bertugas untuk implementasi dan mengelola teknologi yang dipilihkan oleh bisnis (organisasi) untuk Anda, maka Anda adalah orang yang mengencangkan sekerup, dan pada gilirannya departemen IT akan dihilangkan dari perusahaan dan lebih buruk lagi, perusahaan akan menggunakan jasa outsource untuk menggantikan IT Departemen. Dan inilah yang telah terjadi pada pemda-pemda di Indonesia.

2. Kita adalah organisasi yang super-sibuk.

Sampai saat ini, penulis belum menemukan organisasi yang mana tidak meng-klaim dirinya super sibuk. Penulis juga sudah kehilangan makna dari kata “super-sibuk” itu sendiri. Dengan berpikir bahwa kita adalah organisasi yang super-sibuk, maka kita, akan secara tidak sadar meyakini bahwa memang begitulah keadaannya, kemudian kapasitas diri kita akan berkurang.

Saat kita berpikir bahwa kita tidak memiliki waktu, maka kita akan secara ceroboh mengorbankan kualitas dari keputusan yang kita ambil demi cepat terselesaikannya suatu masalah, padahal kenyataannya kita memiliki banyak waktu dan tenaga untuk merencanakan dan melaksanakan. Hasilnya perusahaan akan memiliki rata-rata kegagalan proyek yang tinggi dikarenakan terlalu fokus untuk melayani permasalahan yang ada didepan mata dan bukan pada pokok permasalahan yang lebih penting.

Anda tidak akan pernah terlalu sibuk untuk hal-hal yang penting, bila Anda mengatur prioritas dengan baik.

Continue reading “Lima Cara Berpikir yang Harus Dihindari dari Seorang Pemimpin IT”

Posted in Journal, Kuliah, Remembral

Sepuluh rahasia umum, kerja di IT

adaptasi dari artikel :
* Judul asli : Sanity check: 10 dirty little secrets you should know about working in IT
* Tertanggal : August 31st, 2007
* Penulis: Jason Hiner
* kategori : Career, IT career, IT jobs

Jika temen-temen sedang semangat2nya menyiapkan karir di dunia IT atau malah baru aja kerja di bidang IT, kemungkinan besar temen2 akan kaget melihat 10 daftar rahasia umum kerja di IT sebab jarang banget di omongin. Jika temen2 kemungkinan udah veteran kerja di IT maka temen2 akan dengan mudah menambahkan ke sepuluh daftar ini. 🙂
Kebanyakan dari daftar dibawah ini di arahkan untuk para administrator jaringan, IT manager dan help support. Daftar di bawah tidak ditujukan bagi pengembang software dan programmer-programmer.

10. Gaji di IT lebih baik dibanding dengan profesi lainnya, tapi terkadang karena meereka membayarmu dengan baik, mereka sering berfikir anda adalah milik mereka.

Sebagian besar pekerja IT memiliki gaji atau bayaran yang lebih tinggi dibanding dengan banyak profesi lain (level D3 atau S1), walaupun nggak sebanyak saat hancurnya bisnis dot-com di tahun 2001-2002. Banyak yang yakin, profesi sebagai profesional IT akan tetap dibutuhkan beberapa dekade ke depan, seiring dengan perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya dalam bisnis dan masyarakat. Terkadang, dikarenakan para profesional IT dibayar dengan mahal, beberapa perusahaan secara sepihak menganggap kalo perusahaan memiliki hak kepemilikan penuh atas mereka. Misalnya gini, jika anda menanggapi pertanyaan dari pekerja yang sedang lembur jam 9 malam itu dianggap sebagai bagian dari pekerjaan. Kemudian jika anda butuh waktu enam jam di hari sabtu (yang harusnya anda libur) untuk mengupdate software dengan tujuan agar nggak mengganggu proses bisnis, anda nggak bakal dapat kompensasi dari hal tersebut.

9. Anda akan disalahkan bila user melakukan kesalahan bodoh

Beberapa user akan marah-marah sambil teriak, “komputer guwe kenapa nieh?” atau “komputernya kok nggak jelas gini?” atau “loe apain sih nih komputer?”. Pada kenyataannya, masalah sebenarnya adalah user nggak sengaja ngehapus icon Internet Explorer dari desktop, atau nggak sengaja nendang sampe copot kabel mouse dari belakang komputer, atau menyiram keyboard make kopi.
Continue reading “Sepuluh rahasia umum, kerja di IT”

Posted in Kuliah, Remembral

Corba dan contoh implementasinya

Ini tugas dari salah satu kuliah, semoga bisa bermanfaat dan tolong koreksi jika salah. 🙂

Remoting Technology Implementation

Corba (Common Object Request Broker Architecture)

Definisi

Corba (Common Object Request Broker Architecture) merupakan suatu infrastruktur komputasi obyek terdistribusi yang bersifat open.

Tujuan :

Meng-automatisasi tugas-tugas yang umum dalam pemrograman jaringan, seperti object registration, location dan activation; framing dan error-handling; parameter marshaling dan un-marshaling; dan operation dispatching. Automatisasi ini biasa dihandle oleh sebuah software perantara yang disebut ORB (Object Request Broker). Posisinya berada di antara layer Data dan aplikasi.

Kelebihan memakai CORBA :

Continue reading “Corba dan contoh implementasinya”

Posted in Journal, Kuliah, Remembral

8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 Tips for Landing a Job in ’08

24 Desember 2007 (Computerworld) — Tuntutan akan tenaga kerja di bidang IT di U.S saat ini sangat tinggi di hampir semua industri dan sektor pemerintahan. Sertifikasi atau pengalaman kerja tidak akan menjamin menjamin kesempatan wawancara, apalagi tawaran kerja. Di bawah ini merupakan beberapa tips langsung dari pekerja IT ahli, perekrut, IT eksekutif dan pekerja IT agar dapat mendapatkan perhatian, mendapatkan kesempatan interview dan mendapatkan posisi yang di idamkan.

1. Siap dalam Menghadapi interview. Keliatannya sepele, akan tetapi para manager sedang mencari orang yang mampu melakukan lebih dari sekedar “interview teknis” (tech interview).

Kemungkinan mereka akan menanyakan tentang pengalaman anda yang lalu atau memberikan gambaran bagaimana anda meng-handle keadaan-keadaan tertentu di pekerjaan anda, ungkap Jill Herrin, CEO dari JDResources Inc., perusahaan perekrut berbasis di Memphis. Pertanyaan semacam ini membantu perusahaan untuk menentukan sejauh mana keahlian komunikasi dan kemampuan teknis anda.

2. Bicara Bisnis. Para pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan atau jasa pencari kerja juga ingin tahu apakah anda memahami bagaimana sistem dan aplikasi-aplikasi yang ada mempengaruhi aspek-aspek divisi bisnis atau tidak, Herrin melanjutkan “Interview-interview teknis masih merupakan komponen penting di dalam sebuah proses interview, tapi jarang hal itu merupakan satu-satunya faktor yang menentukan sekarang”.

“Kita menginginkan orang yang berkemampuan teknis memang, tapi Saya ingin tahu juga tahukah mereka basis untuk menghasilkan uang”, kata Frank Hood, CIO di Quiznos di Denver.
Continue reading “8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08”

Posted in Kuliah

8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 New Weapons to Fight the Talent Wars in ’08

December 28, 2007 (Computerworld)
— Banyak tantangan baru yang akan kita hadapi di 2008, dan hal itu menuntut senjata baru dan tentu saja berbeda dari era dot-com. “Kita melihat adanya perang bakat sekarang, dan hal itu telah berjalan selama 3 tahun belakangan ini”, kata Dan Reynolds, CEO dari The Brokers Group LLC, lulusan Princeton, -sebuah firma perekrut staff IT berbasis di N.J.

Tuntutan akan adanya bakat IT dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk didalamnya investasi untuk proyek baru, penurunan dari lulusan IT yang berasal dari kampus A.S secara drastis dan pensiunan dari generasi awal pekerja IT, tambahnya. Apapun sebabnya, para ahli mencatat bahwa CIO-CIO cerdas, para perekrut, pencari tenaga kerja dan manager HRD sedang mencari dan mencoba senjata baru untuk menghadapi bakat IT. Dibawah terdapat delapan senjata tersebut, yang dirasa mampu untuk menghadapi atau minimal bertahan di tahun depan.

1. Social Networks. Meski banyak kita jumpai para pencari tenaga kerja, atau manager HRD terus menggunakan situs kerja seperti Monster.com dan Yahoo HotJobs untuk mengiklankan posisi yang tersedia, penggunaan situs jaringan sosial seperti LinkedIn menyediakan para penyedia kerja akan “kumpulan pelamar yang berqualitas lebih baik”, kata William Gomes, Direktur HR di Intermedia Inc., perusahaan provider servis e-mail berbasis di New York.

istockpoto

Dengan menggunakan jaringan sosial untuk identifikasi pekerja yang potensial, Intermedia “mendapatkan ratio yang lebih baik dari pelamar yang qualified” dari pada yang didapat dari surat lamaran yang mungkin di terima dari situs kerja yang kondisinya diluar ketentuan, sambungnya lagi.

2. Wikis, Blogs and Forums. Perusahaan-perusahaan sekarang ini sedang beralih ke jalur komunikasi online dalam usaha mencari pekerja IT potensial dan mengembangkan diskusi dengan prospek perekrutan-perekrutan baru. Alat-alat ini juga menolong untuk “meng-harmonisasi-kan” nilai antara penyedia kerja dengan calon-pekerja, kata JP Rangaswami, seorang Managing Direktur BT Group PLC di kota London. BT Group sendiri memiliki setidaknya 70 orang bloggers, termasuk Rangaswami, yang menyatakan bahwa perusahaan telah menemukan bahwa, dengan blogs, pekerja IT di luar sana mendengar akan bagaimana perusahaan ini dan mengetahui apa yang dilakukan oleh perusahaan ini, lanjutnya lagi.

3. Trying Before Buying. Daripada memposting iklan kerja di koran-koran atau lewat situs layanan kerja, para penyedia kerja secara bertahap sedang beralih ke teknik perekrutan yang lain, seperti perjanjian right-to-hire. Di sini, sebuah perusahaan menyewa sebuah firma profesional untuk melakukan perekrutan. Perusahaan penyedia kerja “mencoba” calon-calon pekerja dalam jangka waktu beberapa bulan dengan opsi perusahaan tersebut bisa menawarkan full-time kontrak ke calon-calon bila qualified. “Saya telah melakukan cara ini beberapa waktu untuk posisi programmer/analysts”, kata Joe Trentacosta, CIO Southern Maryland Electric Cooperative di Hughesville, Md. Umpan jaminan kesehatan dan keuntungan-keuntungan lain sebagai pekerja tetap “memainkan peran kunci” dalam menaikan daya saing, lanjutnya.

4. Global Thinking. “Siapa yang mempercayai pencarian akan bakat IT hanya terbatas di A.S adalah sangat salah”, kata Bob Worrall, CIO Sun Microsystems Inc. Perusahaan cerdas akan berfikir lewat batas batas-batas negara. Sebagai contoh, setengah dari 170 lebih pekerja di Intermedia’s bekerja di kantor cabang St. Petersburg, Rusia, sambung Gomes, dan perusahaan juga menemukan pekerja dari India dan lokasi non-A.S yang lain.

Continue reading “8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja”