Posted in Jokes

Angele Golek Kerjo saiki….

Sedikit guyonan berbahasa Jawa neh bagi pencari kerja..  🙂

+ Kowe nduwe omah opo ora?
– Dereng….
+ Wah kowe ora iso ketompo nang kene.
– Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
– Ah.. mboten kok, sakjanipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih.
+ Yo malah ora ketompo.
– Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.
—–
+ Kowe nduwe motor opo ora?
– Mboten.
+ Ora ketompo.
– Lho kok mboten ketompo?
+ Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
– Sakjanipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
+ Wah malah ra ketompo….
– Lho kok ngoten?
+ Tempat parkire wis ra cukup.

Continue reading “Angele Golek Kerjo saiki….”

Posted in Journal, Remembral

RESEP KUE PERKAWINAN

Ini saya dapat dari kiriman temen di milis mti,


Bahan :

1 pria sehat,

1 wanita sehat,

100% komitmen,

2 pasang restu orang tua,

1 botol kasih sayang murni.

Bumbu :

1 balok besar humor,

25 gr rekreasi,

1 bungkus doa,

2 sendok teh telepon-teleponan,

5 kali ibadah/hari,

semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

Tips :

Pilih pria/wanita yang benar-benar matang dan seimbang.

Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama “TEMPAT IBADAH“, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)

Continue reading “RESEP KUE PERKAWINAN”

Posted in Critical, Journal

“Cinta Itu Buta”, ah yang bener..?!

“Tidak ada cinta buta di dunia ini”, setidaknya itu yang kuingat dari obrolan dengan beliau saat jalan pulang dari masjid ke kantor. Saat aku selesai menceritakan tentang Un yang telah lolos tes masuk jadi perawat di salah satu rumah sakit perusahaan di kota Serang. Aku yang saat itu masih kepikiran bagaimana bisa menjalin hubungan dengan baik walau dipisah jarak.

Beliau adalah rekan kerjaku. Bapak dengan dua anak yang lucu-lucu. Tak kuduga menyimpan cerita yang sungguh memberikan pelajaran. Bahwa betapa kerja keras dan komitmen itu nggak cukup untuk mempertahankan hubungan yang sudah akan menuju jenjang pernikahan. Saat beliau berumur 25 tahun, beliau bekerja di sebuah perusahaan di luar Jawa, sedang calon istrinya berada di Jawa.
“Lingkungan keluarga itu berpengaruh, yang namanya wanita pasti akan mudah kepengaruh apalagi oleh keluarganya sendiri”, ujarnya pada awal pembicaraan.
Continue reading ““Cinta Itu Buta”, ah yang bener..?!”

Posted in Islam

Introspeksi diri

hem, patut direnungkan..

Iyas Ibn Muawiyah (Qadhi Basrah, ia meriwayatkan dari Bapaknya, Anas Ibn Malik, Ibnul Musayyib dll. Wafat tahun 122H)

Iyas Ibn Muawiyah rahimatullah berkata :

“setiap orang yang tidak mengetahui aibnya maka dia adalah dungu.”

Mereka bertanya : wahai abu Watsilah, apa aibmu?” dia menjawab : “Banyak Bicara.”

Dikatakan kepada Iyas Ibn Mu’awiyah : “pada dirimu ada 4 perkara:

Buruk rupa (lagi pendek),

banyak bicara,

ta’jub (bangga) dengan diri sendiri,

dan tergesa-gesa dalam memutuskan perkara.”
Continue reading “Introspeksi diri”

Posted in Journal

back to jogja

jam 4 sore. hari ini udah mulai masuk kembali di Jogja. sudah empat hari lepas dari jogja. ada amanat buat ngisi pelatihan lagi di cilacap, materi masih sama “network administration w/ windows server” tapi malah jadi “using ping and file sharing  in microsoft xp”.

tim instruktur dari BTC ada tiga. Priawan : inst. dotnet, setiawan dwi Nanda : inst. linux dan saya sendiri. 🙂

pesertanya bapak-bapak dan ibu-ibu gitu. agak lambat memang.. wong ada juga yang mindahin data dari komputer ke flash disk aja minta dibantuin.

terlepas dari itu, semangat dari peserta yang berjumlah 30 orang dari dinas-dinas di Cilacap ini sungguh bisa dibanggakan. aku aja kalah.. salut bapak-bapak ibuk-ibuk.. senang berbagi pengetahuan dengan kalian. 🙂

semoga ilmunya bisa dipakai ya..

Posted in Critical, Islam

Bubarkan FPI?

Apakah sebenarnya yang terjadi sekarang ini. Bagaimanakah bisa wacana “pembubaran ahmadiyah” bisa berubah menjadi pembubaran FPI. adalah sangat disayangkan bagaimana ini bisa terjadi.

Hal ini menurut saya awal permasalahan berada di pemerintah dan pemyelesaian ada di pemerintah. Saat suatu agama merasa di nodai kehormatannya, Agama (dalam hal ini Islam) tersebut akan memberikan pembenaran dan pelurusan terhadap penodaan tersebut. Ini bisa dilakukan dengan dialog bersama dan diskusi ilmiah. akan tetapi hal ini ternyata tidak berhasil di lakukan untuk Ahmadiyah.

Kemudian terjadi tindakan kekerasan yang bersifat sporadis dan anarkhis ini adalah imbas dari ketidak-berhasilan atas pendekatan dialogis. Kemudian Agama meminta bantuan Ulama dalam hal ini MUI (majelis ulama Indonesia), yang memiliki kemampuan dan InsyaAllah kemauan untuk memberikan penilaian yang objektif.

Continue reading “Bubarkan FPI?”

Posted in Journal, Remembral

VAGABOND

yee bisa poto ma tokoh komik paporitku.. Musashi miyamoto kyaaaa.. (pameran komik Jogjakarta)

Komik berjudul Vagabond ini sungguh memberikan sesuatu cita rasa komik yang belum pernah aku rasakan saat membaca komik lain. nuansanya berbeda. sungguh dingin dan macho banged.
Menceritakan tentang sebuah nama besar Musashi Miyamoto, seorang pemuda biasa yang berubah menjadi seorang petarung samurai tak bertuan berikut tentang liku-liku kisah hidupnya.

Satu hal yang kudapat dari komik ini, KERJA KERAS DAN PANTANG MENYERAH!!

Posted in Journal, Remembral

Mengenang Gempa 2 Tahun Lalu..

Ternyata 2 tahun telah berlalu sejak gempa. masih ingat saat waktu itu gempa mengguncang pertama kali di jogja. saat itu kos masih di jakal km 12 seperapat lebih sekian. kebetulan malam itu aku nggak sendirian. aku tidur bareng pajar adek-ku. eniwe, subuh jam 5 pagi dilanjut nonton naruto (abis mbajak hardisk temen), kemudian lama berselang ada getaran di atap, dinding, lemari, kaca, dada (lho). untuk beberapa detik aku tertegun, mencoba memahami apa yang terjadi. sempat berpikir ini mirip dengan kejadian saat di putus (hiks-hiks) ma mantan pacar dulu (sebelum dg anak psiko). dunia berguncang, langit berputar-putar, dada terasa panas, pengen rasanya nginjak-nginjak wajah manis dan inocentnya itu. sampe minta-minta ampun buwat kembali lagi padaku. eh, maap jadi curhat.
lanjut.. nggak begitu lama aku sadar otakku yang cachenya hanya 64 kb ini, akhirnya sadar dan bilang, “he bodoh, ini yang dinamakan gempa bumi, cepet selamatkan aku…”. Huh dasar otak egois. kemudian dengan sigab aku tendang adikku yang lagi tidur terus bilang “nuk, gempa le.. mblayuuuuuuu!!!”, meliat dia udah melek aku langsung ambil sisir rambut, sisiran, ambil parfum semprot kiri kanan, masuk kamar mandi, sikat gigi, kumur kumur kemudian cabutin bulu ketek yang kiri (yang kanan besok), ambil laptop, defrag bentar, nyalain winamp kemudian njawab email (halah).
ya nggak lah, aku langsung ngbrit keluar. sekencang-kencangnya aku lari menuju pintu.. getarannya lumayan kuwat, jadi agak nggeloyori. ternyata disitu ada mas pirdi sudah mencapai finish eh pintu kos terlebih dahulu, diikuti aku kemudian adikku kemudian anggota kos yang lain. oya, yang dilantai dua terlambat keluar, secara harus lewat tangga terus menuruninya.

dulu sempat ingat pesan di media massa, kalo ada gempa kalo bisa secepat mungkin keluar dari gedung. dan mencari tempat lapang. entah apa tujuannya, aku mengikutinya. kemudian aku menemukan artikel yang agak kontra dengan pesan ini. artikel ini aku temukan di sebuah majalah berjudul “bukune”. begini tulisannya

=================================
Tulisan di ambil dari : majalah bukune Edisi 07 Tahun I, Mei 2007 (Free edtion)
Gempa diluar

tanya :
tabib, numpang nanya nich (sekalian lewat!), kenapa sich kalo gempa orang-orang yang di dalam ruangan pada lari keluar? kan bagusan tetep di dalam soalnya kalo keluar bisa kena reruntuhan bangunan?! jawab dengan bener ya!

Gielankj

jawab :
karena kamu meminta tabib untuk menjawab dengan benar, Tabib akan mengeluarkan pengetahuan keren Tabib atas sejarah. Ya, kamu harus baca buku buku Sejarah Terjadinya Gempa terbitan Bukugoblog tahun 2007. Buku itu menceritakan gempa pertama kali terjadi pada tahun 1882. Saat gempa terjadi, orang-orang lagi pada di rumah dan jongkok sambil nonton TV. Waktu itu, memang kebiasaan orang yang hidup di abad ke-19 adalah jongkok sambil nonton TV (emangnya ada TV pas abad ke 19? bodo!).

Continue reading “Mengenang Gempa 2 Tahun Lalu..”

Posted in Critical

Aku Seorang Anggota Dewan

[cerita ini hanya fiksi semata, tapi benar tidaknya silahkan diri anda yang menilai]

Selama ini telah kulalui banyak aral dan rintangan untuk mendapatkan kursi empuk ini. dari uang istriku yang rencananya buwat naik haji dan jatah kuliah anakku yang paling kecil yang mo kuliah di fakultas ilmu syariah aku ambil. Aku pikir, buwat apa naik haji mbayar pesawat dan akomodasi hanya buat panas2an menyiksa diri di Tanah suci. Belum lagi kemungkinan berdesak-desakan, diinjek-injek ampe mati disana. Mending umroh ajah, lebih mudah ibadahnya dan sama “kesannya”. Eh tapi dia kan make yang ONH PLUS. Jadi agak nyaman. Anakku juga, buat apa belajar ilmu yang ga bisa buwat nyari uang. bodohnya kayaknya ketularan temen ROIS di SMA nya kemaren. Payah. Dah mule pake jilbab terus mo mandiri pula. Ilmu syariah kan nggak bakal dipake, yang ada mah hukum alam. Yang kuat yang bakal menang, yang kaya yang bakal jaya, yang miskin MATI AJAA…!!

Setelah beberapa saat jadi anggota dewan, ternyata nggak seasik yang di bilang orang. Ternyata, enak bangets.. liat jadwalku. Jam 8 pagi bangun dirumah sendiri (rumah dinas di sewakan, mayan buwat penghasilan tambahan ma setor ma partai), mandi sepuasnya(airnya kan fasilitas negara, nggak ada tagihan)kalo sempat sarapan (udah dibikinin), liat koran bentar (4 judul koran, and its free), leyeh-leyeh sambil ngeteh, kalo masih ngantuk ya ngopi dikit ditambah ngerjain tanda tangan surat-surat kongkalikong tentang penyewaan lahan hutan untuk dipake industri. Jam 10, kalo udah siap, berangkat.. biasa lah ditemeni sopir, ehm… milih mobil yang mana ya.. ehm.. BMW? Kemaren udah.. Mercy? Dah bosen ah.. ehm CRV? Kayaknya bagus.. tapi kok aku jarang make yang JAGUAR ya.. pake ah. Nggak enak ma temen yang kemaren abis ngasih ini sebagai hadiah pertunanganan anakku yang pertama. Ntar ditanyain lagi.

Continue reading “Aku Seorang Anggota Dewan”

Posted in Journal

Babi Nglesot?

Malem minggu kemaren, diriku yang nggak ada kerjaan memutuskan untuk jalan2 ke Toga Mas. Oke, mungkin ada yang bertanya-tanya, “Mana ada anak muda gaul yang normal pergi ke Toga Mas buwat acara malam mingguan?”. Sebelum ada yang menjudge lebih lanjut, lebih baik diriku memberikan keterangan. Pertama, diriku masih normal loh, buktinya adalah saat liat Dewi Persik diriku masih pengen buat “mencekal” nya seperti sikap beberapa kepala daerah di Indonesia. Kedua, masih mending ke Toga Mas dari pada temenku yang sedang ada di Siak memasak lontong opor untuk acara malam mingguannya. Week.. (aku nggak bakal bilang kalo temenku itu kamu Rip). Ketiga, selain dapat buku yang bagus, kita juga (kalo beruntung) bisa kenalan ama cewe cakep. Dan biasanya cewe cakep yang ada di toko buku itu memiliki wawasan luas, ato minimal punya buku/komik yang bisa kita pinjem, tul gak? Keempat, diriku mungkin pernah muda, tapi Gaul? kayaknya nggak deh.

Sebenarnya tujuan utama diriku ke Toga Mas adalah nyari buku baru Raditya Dika, “Babi Ngesot – datang nggak diundang pulang tak berkutang” that’s it, bis tu pulang. Buku si dika yang baru ini ku dengar sangat lucu. Paling lucu dari ke-4 buku yang pernah doi tulis. Sadar kena hasut comment di Situs-nya diriku dengan sadar dan relanya membeli buku itu, tanpa berpikir ulang.

Continue reading “Babi Nglesot?”