Posted in Journal, Kuliah, Remembral

Sepuluh rahasia umum, kerja di IT

adaptasi dari artikel :
* Judul asli : Sanity check: 10 dirty little secrets you should know about working in IT
* Tertanggal : August 31st, 2007
* Penulis: Jason Hiner
* kategori : Career, IT career, IT jobs

Jika temen-temen sedang semangat2nya menyiapkan karir di dunia IT atau malah baru aja kerja di bidang IT, kemungkinan besar temen2 akan kaget melihat 10 daftar rahasia umum kerja di IT sebab jarang banget di omongin. Jika temen2 kemungkinan udah veteran kerja di IT maka temen2 akan dengan mudah menambahkan ke sepuluh daftar ini. 🙂
Kebanyakan dari daftar dibawah ini di arahkan untuk para administrator jaringan, IT manager dan help support. Daftar di bawah tidak ditujukan bagi pengembang software dan programmer-programmer.

10. Gaji di IT lebih baik dibanding dengan profesi lainnya, tapi terkadang karena meereka membayarmu dengan baik, mereka sering berfikir anda adalah milik mereka.

Sebagian besar pekerja IT memiliki gaji atau bayaran yang lebih tinggi dibanding dengan banyak profesi lain (level D3 atau S1), walaupun nggak sebanyak saat hancurnya bisnis dot-com di tahun 2001-2002. Banyak yang yakin, profesi sebagai profesional IT akan tetap dibutuhkan beberapa dekade ke depan, seiring dengan perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya dalam bisnis dan masyarakat. Terkadang, dikarenakan para profesional IT dibayar dengan mahal, beberapa perusahaan secara sepihak menganggap kalo perusahaan memiliki hak kepemilikan penuh atas mereka. Misalnya gini, jika anda menanggapi pertanyaan dari pekerja yang sedang lembur jam 9 malam itu dianggap sebagai bagian dari pekerjaan. Kemudian jika anda butuh waktu enam jam di hari sabtu (yang harusnya anda libur) untuk mengupdate software dengan tujuan agar nggak mengganggu proses bisnis, anda nggak bakal dapat kompensasi dari hal tersebut.

9. Anda akan disalahkan bila user melakukan kesalahan bodoh

Beberapa user akan marah-marah sambil teriak, “komputer guwe kenapa nieh?” atau “komputernya kok nggak jelas gini?” atau “loe apain sih nih komputer?”. Pada kenyataannya, masalah sebenarnya adalah user nggak sengaja ngehapus icon Internet Explorer dari desktop, atau nggak sengaja nendang sampe copot kabel mouse dari belakang komputer, atau menyiram keyboard make kopi.
Continue reading “Sepuluh rahasia umum, kerja di IT”

Posted in Kuliah

8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 New Weapons to Fight the Talent Wars in ’08

December 28, 2007 (Computerworld)
— Banyak tantangan baru yang akan kita hadapi di 2008, dan hal itu menuntut senjata baru dan tentu saja berbeda dari era dot-com. “Kita melihat adanya perang bakat sekarang, dan hal itu telah berjalan selama 3 tahun belakangan ini”, kata Dan Reynolds, CEO dari The Brokers Group LLC, lulusan Princeton, -sebuah firma perekrut staff IT berbasis di N.J.

Tuntutan akan adanya bakat IT dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk didalamnya investasi untuk proyek baru, penurunan dari lulusan IT yang berasal dari kampus A.S secara drastis dan pensiunan dari generasi awal pekerja IT, tambahnya. Apapun sebabnya, para ahli mencatat bahwa CIO-CIO cerdas, para perekrut, pencari tenaga kerja dan manager HRD sedang mencari dan mencoba senjata baru untuk menghadapi bakat IT. Dibawah terdapat delapan senjata tersebut, yang dirasa mampu untuk menghadapi atau minimal bertahan di tahun depan.

1. Social Networks. Meski banyak kita jumpai para pencari tenaga kerja, atau manager HRD terus menggunakan situs kerja seperti Monster.com dan Yahoo HotJobs untuk mengiklankan posisi yang tersedia, penggunaan situs jaringan sosial seperti LinkedIn menyediakan para penyedia kerja akan “kumpulan pelamar yang berqualitas lebih baik”, kata William Gomes, Direktur HR di Intermedia Inc., perusahaan provider servis e-mail berbasis di New York.

istockpoto

Dengan menggunakan jaringan sosial untuk identifikasi pekerja yang potensial, Intermedia “mendapatkan ratio yang lebih baik dari pelamar yang qualified” dari pada yang didapat dari surat lamaran yang mungkin di terima dari situs kerja yang kondisinya diluar ketentuan, sambungnya lagi.

2. Wikis, Blogs and Forums. Perusahaan-perusahaan sekarang ini sedang beralih ke jalur komunikasi online dalam usaha mencari pekerja IT potensial dan mengembangkan diskusi dengan prospek perekrutan-perekrutan baru. Alat-alat ini juga menolong untuk “meng-harmonisasi-kan” nilai antara penyedia kerja dengan calon-pekerja, kata JP Rangaswami, seorang Managing Direktur BT Group PLC di kota London. BT Group sendiri memiliki setidaknya 70 orang bloggers, termasuk Rangaswami, yang menyatakan bahwa perusahaan telah menemukan bahwa, dengan blogs, pekerja IT di luar sana mendengar akan bagaimana perusahaan ini dan mengetahui apa yang dilakukan oleh perusahaan ini, lanjutnya lagi.

3. Trying Before Buying. Daripada memposting iklan kerja di koran-koran atau lewat situs layanan kerja, para penyedia kerja secara bertahap sedang beralih ke teknik perekrutan yang lain, seperti perjanjian right-to-hire. Di sini, sebuah perusahaan menyewa sebuah firma profesional untuk melakukan perekrutan. Perusahaan penyedia kerja “mencoba” calon-calon pekerja dalam jangka waktu beberapa bulan dengan opsi perusahaan tersebut bisa menawarkan full-time kontrak ke calon-calon bila qualified. “Saya telah melakukan cara ini beberapa waktu untuk posisi programmer/analysts”, kata Joe Trentacosta, CIO Southern Maryland Electric Cooperative di Hughesville, Md. Umpan jaminan kesehatan dan keuntungan-keuntungan lain sebagai pekerja tetap “memainkan peran kunci” dalam menaikan daya saing, lanjutnya.

4. Global Thinking. “Siapa yang mempercayai pencarian akan bakat IT hanya terbatas di A.S adalah sangat salah”, kata Bob Worrall, CIO Sun Microsystems Inc. Perusahaan cerdas akan berfikir lewat batas batas-batas negara. Sebagai contoh, setengah dari 170 lebih pekerja di Intermedia’s bekerja di kantor cabang St. Petersburg, Rusia, sambung Gomes, dan perusahaan juga menemukan pekerja dari India dan lokasi non-A.S yang lain.

Continue reading “8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja”